find us on facebook

Welcome. .

selamat datang di blog saya, semoga bermanfaat :)

mount merapi is very dazzle

click this picture for more read

Kraton Yogyakarta

more information click here

sadranan beach very beautiful beach

click this picture for more information

siung beach with white sand

siung is very beautiful, click this picture for read siung beach

parangtritis with high waves

click here for more read

Saturday, February 9, 2013

... TANDA - TANDA MATINYA HATI ...




Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Hati adalah tempat mangkalnya berbagai perasaan, tumbuh kembang antara kebaikan dan keburukan. Hati juga menjadi sumber ilham dan permasalahan, tempat lahirnya cinta dan kebencian, serta muara bagi keimanan dan kekufuran.

Hati juga sumber kebahagiaan jika sang pemiliknya mampu membersihkan berbagai kotorannya yang berserakan, nam...un sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika sang empunya gemar mengotorinya.

Hati yang kotor hanya akan menyebabkan kapasitas ruangnya menjadi pengap, sumpek, gelap, dan bahkan mati. Jika sudah mati seluruh komponen juga akan turut mati.

Dalam makna yang sama, Abu Hurairah RA berkata, “Hati ibarat panglima, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika panglima itu baik maka akan baik pulalah tentaranya. Jika raja itu buruk maka akan buruk pula tentaranya.”

Pada akhirnya kita bisa mengenali dalam keadaan apa hati seseorang itu mati. Di antaranya adalah pertama, taarikush shalah, meninggalkan shalat dengan tanpa uzur atau tidak dengan alasan yang dibenarkan oleh syar’i. (QS Maryam [19]: 59).

Imbas dari seringnya meninggalkan shalat adalah kebiasaan memperturutkan hawa nafsu. Dan, kalau sudah demikian, dia akan menabung banyak kemaksiatan dan dosa. Ibnu Mas’ud menafsirkan kata ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut dengan sebuah aliran sungai di Jahanam (neraka) yang makanannya sangat menjijikkan. Bahkan, tempatnya sangat dalam dan diperuntukkan bagi mereka yang membiarkan dirinya larut dalam kemaksiatan.

Kedua, adz-dzanbu bil farhi, melakukan kemaksiatan dan dosa dengan bangga. Alih-alih merasa berdosa dan menyesal, justru si pemilik hati yang mati, ia teramat menikmati kemaksiatan dan dosanya. (QS al-A’raf [7]: 3).

Ketiga, karhul Qur'an, benci pada Alquran. Seorang Muslim, jelas memiliki pedoman yang menyelamatkan, yaitu Alquran. Tapi, justru ia enggan berpedoman dan mencari selamat dengan kitab yang menjadi mukjizat penuntun sepanjang zaman ini. Bahkan, ia membencinya dan tidak senang terhadap orang atau sekelompok orang yang berkhidmat dan bercita-cita luhur dengan Alquran.

Keempat, hubbul ma'asyi, gemar bermaksiat dan mencintai kemaksiatan. Nafsu yang diperturutkan akan mengantarkan mata hatinya tertutup, sehingga susah mengakses cahaya Ilahi. Sehingga, ia lebih senang maksiat daripada ibadah.

Kelima, asikhru, sibuk hanya mempergunjing dan buruk sangka serta merasa dirinya selalu lebih suci. Keenam, ghodbul ulamai, sangat benci dengan nasihat baik dan fatwa-fatwa ulama. Berikutnya, qolbul hajari, tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, alam kubur, dan akhirat.

Selanjutnya, himmatuhul bathni, gila dunia bahkan tidak peduli halal haram yang penting kaya. Anaaniyyun, masa bodoh terhadap keadaan dan urusan orang lain. Keluarganya menderita, dia tetap saja cuek. Al-intiqoom, pendendam hebat, al-bukhlu, sangat pelit, ghodhbaanun, cepat marah, angkuh, dan pendengki. Na’udzubillah. Semoga kita semua dijaga dari hati yang mati

- Oleh Ustaz Muhammmad Arifin Ilham -


sumber sahabat cahaya on fb

.. SHALAT, .. SUMBER KEBAHAGIAAN HIDUP YANG LUAR BIASA ...




Bismillahi minal Awali wal akhiri ... Shalat dan kebahagiaan hidup merupakan dua hal yang saling beriringan. Apabila kita mengerjakan shalat maka kebagiaan hidup itu akan muncul.

Shalat sebagai salah satu rukun Islam merupakan pembeda antara seorang muslim dengan yang bukan muslim. Inilah ibadah luar biasa yang memiliki berbagai manfaat....

Bahkan banyak orang bukan muslim yang memutuskan masuk Islam hanya karena salut dengan rangkaian ibadah shalat yang memiliki manfaat luar biasa terutama dalam hal kesehatan.

Mengapa shalat dan kebahagiaan hidup menjadi sesuatu yang beriringan? Lihat lah faktanya, orang-orang miskin yang jauh dari ibadah shalat, maka akan bertambahkan kesengsaraan kehidupan mereka.

Atau bagi mereka orang kaya raya yang enggan melakukan shalat, maka sekali-kali harta benda yang dimilikinya tidak membawa keberkahan serta kebahagiaan bagi kehidupannya.

Bahkan kerap kali menjadi permulaan kesengasaraan kehidupan yang dijalaninya.

Mengapa shalat bisa berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup? berikut ini beberapa alasan utama mengenai kaitan ibadah shalat dengan kebahagiaan hidup:

1. Ibadah shalat merupakan salah satu perintah Allah yang bernilai pahala ..

Dengan kita melakukan banyak pahala maka seperti apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa pahala adalah segala sesuatu kegiatan yang dilakukan memberi ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan batin yang hakiki, maka itulah amal pahala.

Shalat akan memberikan efek ketenangan batin bagi yang melakukannya. Terlebih untuk ibadah shalat-shalat sunnah seperti shalat tahajjud serta beberapa ibadah shalat lain yang dikerjakan pada waktu malam hari. Ibadah shalat merupakan saat paling dekat bagi seorang hamba untuk bertemu dengan Khaliknya.

Oleh karena itu sangat pantas apabila ibadah shalat berbuah pahala bagi pelakunya. Ibadah shalat menjadi waktu istirahat bagi ummat Islam, menyehatkan fisik dan membantu seseorang berpikiran lebih jernih saat menghadapi berbagai persoalan hidup.

Shalat dan kebahagiaan hidup akan beriringan apabila shalat yang dikerjakan dilakukan dengan cara-cara yang benar. Terlebih jika mampu dilakukan secara khusyu’ maka hasilnya akan luar biasa memberikan efek perubahan bagi orang bersangkutan.

2. Shalat menjadi kunci pembuka rezeki ..

Kebahagiaan hidup manusia salah satunya akan terwujud apabila menikmati banyak rezeki yang berkah dari Allah SWT. Shalat merupakan kunci pembuka rezeki dari langit.

Ibadah shalat dhuha, shalat malam, shalat sunnah rawatib dan lainnya merupakan bentuk permohonan lebih kita kepada Allah untuk dibukakan pintu-pintu rezeki dari langit dan bumi.

Seorang hamba yang mendekatkan diri kepada Allah dengan ikhlas dan terus menerus pasti akan dikabulkan oleh Allah yang Maha Pemurah. Berdoalah dan memintalah kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doa-doa yang kita ucapkan usai melaksanakan ibadah shalat.

Inilah korelasi yang kuat antara shalat dan kebahagiaan hidup. Siapa yang ingin bahagia dalam hidup, maka tunaikan lah ibadah shalat.

Wallahu’alam bishshawab, ..
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. .


sumber: sahabat cahaya on fb

... DAHSYATNYA NERAKA .. (Na'udzubillah min Dzalik ..!!) ...




Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Jika seorang hamba bertambah pengetahuannya terhadap neraka pasti meningkat rasa takutnya terhadap neraka. Jika rasa takut ini meningkat, maka harus bertambah kesalehan dan perhatiannya terhadap waktunya.

Karena kerugian di akhirat adalah sebesar-besar kerugian sehingga ia menangis sampai air matanya m...enggenang laksana sungai.

Rasulullah SAW Bersabda, "Sesungguhnya penduduk neraka akan menangis sehingga seandainya kapal berlayar di atas air matanya maka ia akan berjalan. Mereka menangis darah sebagai pengganti air mata." (HR. al-Hakim, beliau berkata: shahihul Isnad)

Penyesalan di akhirat adalah penyesalan yang tiada terkira. Sampai-sampai digambarkan, mereka menggigit tangannya sendiri sebagai bentuk penyesalan dan kerugian. Berangan-angan kalau saja ia dikembalikan lagi ke dunia maka ia akan menjadi orang beriman yang baik. Namun penyesalan itu tak lagi ada gunanya.

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang lalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul"." (QS. Al-Furqan: 27)

"Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta kami akan menjadi orang-orang yang beriman." (QS. Al-An'am: 27)

Ayat-ayat lain yang mengabarkan penyesalan mereka dan harapan dikembalikan ke dunia supaya bisa beramal shalih dan meninggalkan kekafiran dan kemaksiatan-kemaksiatan masih banyak.

Karenanya saat masih ada kesempatan, mari kita manfaatkan hidup ini untuk beriman dan bertakwa yang sesungguhnya, lalu memperkaya diri dengan amal-amal shalih.

Sesungguhnya panasnya api neraka Jahannam tidak tertandingi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan, panasnya lebih dari 70 kali dari panasnya api dunia yang paling panas.

Satu contoh permisalah yang tak mungkin bisa menyamai dengan neraka. Seandainya kita dipaksa meminum secangkir kopi atau teh yang sedang mendidih dengan segera, apa yang akan terjadi? Lidah dan mulut kita akan melepuh, dan boleh jadi usus kita juga akan meradang dan putus. Lalu bagaimana kalau yang diminumkan adalah air neraka yang sedang mendidih dan memiliki panas yang tak terhingga.

“Orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” Coba bayangkan keadaan ahli neraka yang dijelaskan ayat ini!

Karenanya benar-lah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, “Kalau kalian tahu apa yang aku ketahui, pasti kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Masalahnya, kita tidak mengetahui sebagaimana yang diketahui oleh beliau shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan tentang tikar dan selimut ahli neraka,

“Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka).” (QS. Al-A’raf: 41) dari bawah penghuni neraka ada tikar yang terbuat dari api neraka, sedangkan dari atasnya mereka diselimuti dengan selimut dari neraka juga.

Dari sini, dapat kita padukan dengan ayat-ayat yang lain, bahwa para penghuni neraka akan dipakaikan baju dari aspal neraka yang lalu dibakar, tikar dari neraka, selimut dari neraka, dan juga cambuk (martil) dari besi.

Pada ayat lain, Allah Ta’ala menyebutkan tentang angan-angan para penghuni neraka, yaitu kematian. Mereka ingin sekali mati sehingga tidak merasakan adzab neraka yang maha dashsyat.

Hal ini sebanding dengan angan-angan mereka di dunia, yaitu mereka berangan dan berhayal dapat hidup seribu tahun atau lebih. Mereka sangat cinta kepada kehidupan dunia. Sedangkan di akherat mereka sangat-sangat berharap bisa mati. Kita berlindung kepada Allah dari menjadi bagian orang-orang kafir.

“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya.” (QS. Faathir: 36) Yakni, dia tidak mati dan tidak akan diringankan adzabnya.

Berbeda dengan siksa manusia di dunia, berapa tahun dan seberapa hebat mereka menyiksa sesama manusia? Penyiksanya bisa bertaham menyiksa paling hanya satu atau dua jam secara berturut-turut lalu istirahat.

Pun dia masih butuh makan, minum, buang air dan kebutuhan lainnya sehingga siksa akan berkurang atau dihentikan sementara.

Dan ujung dari siksaannya adalah kematian. Sedangkan di neraka, adzab tidak akan dihentikan barang sejenak, karena yang menyiksa adalah para malaikat yang sudah Allah bekali dengan kekuatan luar bisa dan sangat menyeramkan.

Mereka tidak mengenal lelah atau capek sehingga tidak ada istirahat dari siksa bagi penghuni neraka. Setiap detik, setiap menit dan setiap jam penghuni neraka disiksa tanpa henti dan mereka tidak bisa mati.

“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (QS. Al-Nisa’: 56)

Wallahu’alam bishshawab, ..
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....




sumber: sahabat cahaya on fb

Friday, January 11, 2013

amalan ringan yang akan menghapus dosa kita


Manusia sering melakukan kesalahan dan lupa. Karenanya wajar jika kita kadang-kadang melakukan dosa karena melanggar batas-batas yang telah ditetapkan Allah untuk kita. Jika tidak dihapus, dosa-dosa semacam itu akan semakin menumpuk dan bisa menghitamkan atau menutup hati kita.

Syukur alhamdulillaah, kita memilik...i Allah yang sedemikian penyayang dan Maha Pengampun. Yang Allah pinta hanyalah kembalinya kita kepada-Nya setelah kita melakukan dosa. Mengakui kesalahan kita, meminta maaf atas kekhilafan kita,memohon ampunan atas dosa kita, itulah yang Allah pinta. Sebagai gantinya Allah akan mengampuni kita dan menghapus dosa-dosa kita, berapa pun banyaknya.
Doa dan Dzikir Penghapus Dosa

Berikut ini adalah beberapa tuntunan Rasulullaah saw. tentang amal-amal yang akan menghapuskan dosa-dosa kita.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, r.a. bahwa Nabi saw. bersabda:

“Barangsiapa mengucapkan ‘ Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syaarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir‘ seratus kali akan memperoleh ganjaran sebagaimana membebaskan sepuluh budak, dan seratus kebaikan akan dicatatkan atasnya, dan seratus dosa akan dihapuskan dari catatan amalnya, dan ucapan tadi akan menjadi perisai baginya dari Syaithan pada hari itu hingga malam hari, dan tak ada seorangpun yang bisa mengalahkan amal kebaikannya kecuali orang yang melakukan amal yang lebih baik darinya.” [Shahih Bukhari]

“Barangsiapa yang membaca Subhanallah sehabis tiap bershalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali dan membaca Alhamdudillah sebanyak tiga puluh tiga kali dan pula membaca Allahu Akbar sebanyak tiga puluh tiga kali dan untuk menyempurnakan keseratusnya ia membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir, maka diampunkanlah untuknya semua kesalahan-kesalahannya, sekalipun banyaknya itu seperti buih lautan.” [Shahih Muslim]

“Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih -Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya-, dalam sehari sebanyak seratus kali, maka dihapuskanlah dari dirinya semua kesalahan-kesalahannya (dosa-dosa kecil), sekalipun kesalahan-kesalahannya itu banyaknya seperti buih lautan.” [Muttafaq 'alaih]

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam hendak bangun dari suatu majelis beliau membaca: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu)”. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” [RIwayat Abu Dawud]


sumber: sahabat cahaya fb

satu untuk sepuluh


Alkisah, dahulu ada seorang pedagang miskin yang sedang kesulitan mendapatkan makan untuk keluarganya karena barang dagangannya hari itu tidak satupun ada yang laku…………

Ketiga anak Abu Zuhdi menangis karena menahan lapar. Mereka ingin sekali makan. Namun, Abu Zuhdi hanya memiliki uang satu dirham dan itu tidak akan membuat semua anaknya kenyang.

“Ayah,... kami benar-benar lapar,” kata anak-anaknya sambil memegang perut.

“Hari ini dagangan Ayah tidak laku dan Ayah hanya memiliki uang satu dirham. Ini tidak cukup untuk kalian bertiga,” kata Abu Zuhdi dengan sedih.

“Ayah, maafkan kami. Tapi satu dirham cukup untuk membeli sekerat roti. Kami akan membaginya secara adil. Biarlah Allah yang akan mengenyangkan kami,” kata anak tertua Abu Zuhdi.

Abu Zuhdi kemudian pergi ke pasar dan membeli sekerat roti. Beliau pun langsung membawanya pulang. Dalam perjalanan, Abu Zuhdi melihat seorang pengemis sedang duduk gemetar. Pengemis itu terlihat sangat lapar.

“Apa yang terjadi denganmu? Mengapa tubuhmu bergetar?” tanya Abu Zuhdi.

“Wahai Tuan, aku gemetar karena tubuhku tidak mampu menahan lapar,” jawab pengemis.

Abu Zuhdi bertanya, “Memangnya sudah berapa lama kau tidak makan?”

“Sudah tiga hari aku tidak makan,” jawab pengemis dengan gemetar.

Abu Zuhdi lalu membayangkan anak-anaknya yang menangis karena lapar. Namun, mereka lapar karena belum makan hari ini, sedangkan pengemis itu sudah tiga hari. Ada kemungkinan pengemis itu tidak akan bertahan hidup jika tidak mendapatkan makanan hari ini.

“Ambillah sekerat roti ini. Semoga bisa mengenyangkanmu,” kata Abu Zuhdi sambil mengulurkan roti ke arah pengemis.

“Alhamdulillah.” Pengemis itu langsung memakannya dengan lahap.

Abu zuhdi lalu pulang. Di rumah, dia langsung disambut ketiga anaknya dengan heran.

“Ayah, mana sekerat roti itu?” tanya mereka.

Abu Zuhdi menceritakan apa yang terjadi dalam perjalanannya.

“Kalau begitu, sekerat roti yang kita miliki memang rezeki bagi pengemis itu. Biarlah Ayah, kami bisa menahan lapar hingga esok,” kata si Bungsu sambil menghentikan tangisnya.

Sesaat kemudian, pintu rumah mereka diketuk. Ternyata yang datang adalah Abu Salman, sahabat Abu Zuhdi. Abu Salman membawa sebuah kantong berukuran besar.

“Sabahatku, Abu Zuhdi. Alhamdulillah, hari ini daganganku laku semua. Untuk itu, aku ingin memberikan sepuluh kerat roti untuk anak-anakmu,” ujar Abu Salman.

“Untuk apa pemberianmu ini, wahai Sahabatku?”

“Untuk seluruh kebaikanmu,” jawab Salman.

Abu Zuhdi teringat pada roti yang diberikan kepada pengemis. Ia mengingat janji Allah bahwa setiap satu sedekah akan diganti sepuluh kali lipatnya. Kini, dia di beri sepuluh kerat roti dan ini membuktikan janji Allah benar adanya.

“Alhamdulillah,” puji syukur dipanjatkan Abu Zuhdi tak henti-henti.

Baik Sahabat…..Jangan pernah menyesal ketika kita telah berbuat baik sekecil apapun itu.

"Barangsiapa datang dengan (membawa) satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat. Barangsiapa datang dengan (membawa) satu kejahatan, maka tiadalah ia dibalasi, melainkan dengan seumpamanya sedang mereka itu tiada teraniaya," (QS. Al-An'am : 160).

sumber: sahabat cahaya fb

SEHELAI RAMBUTMU LEBIH MULIA DARI JUBAH ULAMA


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...Kisah Inspiratif ini bercerita tentang seorang ibu yang hidup di zaman sahabat. Beliau adalah orang miskin yang memiliki akhlak sedemikian tingginya hingga seorang ulama merasa begitu rendah di hadapan beliau. Kisah Inspirasi ini direpost dari milis, daarut tauhid. Silakan disimak

Suatu hari Imam bin Hanbal di...kunjungi seorang wanita yang ingin mengadu.

“Ustadz, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak saya, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan menyambi sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada.

Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan.”

Imam Ahmad menyimak dengan serius penuturan ibu tadi. Perasaannya miris mendengar ceritanya yang memprihatinkan.

Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan. Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu, namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya.

“Pada suatu hari, ada rombongan pejabat negara berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu yang jumlahnya amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera merajut benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.

Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual?

Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu? Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu saja itu tidak lain adalah uang rakyat.”

Imam Ahmad terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang bobrok akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi.

Padahal jelas, wanita ini begitu miskin dan papa.

Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”

Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”

Imam Ahmad makin terkejut. Almarhum Basyar Al-Hafi adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya. Rupanya, jabatannya yg tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. Sampai-sampai adik kandungnya pun hidup dalam keadaan miskin.

Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad berkata,

“Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk memupuk kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menggerogoti uang negara dan menipu serta membebani rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau, ibu. Sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari sela-sela jilbabmu jauh lebih mulia dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.

Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil rajutan itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara...”

Kemudian Imam Ahmad melanjutkan, “Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silahkan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau...”

Wallahu’alam bishshawab, ..



sumber: sahabatcahaya fb

10 Wasiat Rasulullah kepada Fatimah


Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini

Wallahu’alam bishshawab, ..


sumber : sahabatcahaya fb

Wednesday, December 26, 2012

kesehatan itu mahal harganya

teringat kata teman saya yang secara tidak langsung melihat tangan saya berkeringat terus,,dan dia langsung tanya macem macem,,km sakit??sejak kapan??ada keluarga juga yang berkeringat gt tangannya??hahahag belum sempat aku jawab udah nrocos aja ,,hey sejauh ini aku sehat aku ga papa emang sih dari sd tanganku mulai berkeringat gini,,keinget deh sama ujian smpku yang harus bawa plastik buat alas tangan biar kertas ujian gak basah :D
kesehatan itu memang penting,,semua sudah di takdirkan,,takdir itu ada 2 macam kan??yang masih bisa di rubah dan yang udah g bisa d rubah,,nah buat kesehatan ini kita harus berupaya semaksimal mungkin biar terhindar dari peyakit penyakit,,sehat itu bahagia,,sehat itu mahal,,sehat itu modal awal buat kita beraktifitas,,jadi ya jangan sia siakan kesehatan ya dengan begadang semalaman,,insomnia muluk tiap hari,,,budayakan bangun pagi sholat tahajud,puasa daud,,oke cahhh??? #sadar diri haha

Saturday, August 11, 2012

alam semesta...apa arti CINTA???


Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab …

Bumi menjawab ...

...
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab ...

“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Api menjawab ...

“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab ...

“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala rasa akan hampa.”

Langit menjawab ...

“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab ....

“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab ...

“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab ..

“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA ...

“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab ...

“CINTA adalah engkau patuh terhadap Allah, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengan-Nya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya.

Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba-Nya selalu disetiap waktu, setiap saat ..."

Subhanallah .. !

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More